Cara Mencegah Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)

Cara Mencegah Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), Wabah PMK, Penyakit mulut dan kuku, pencegahan pmk, pencegahan penyakit mulut dan kuku, penyakit mulut dan kuku, pmk pada sapi, wabah pmk sapi, sapi pmk

Beberapa minggu terakhir sejak artikel ini ditulis (16/5/2022) peternak sapi ditakutkan oleh wabah penyakit mulut dan kuku yang sangat menular dan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Para peternak dan pengepul sapi mengalami kerugian yang sangat besar karena sapi-sapi di daerah wabah tidak dapat dikeluarkan untuk dijual ke berbagai daerah, padahal saat ini adalah waktunya para peternak dan pengepul sapi mendapatkan uang yang cukup banyak karena hari raya idul adha sudah dekat.

Besarnya kerugian dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ini mendorong semua orang yang berkecimpung dalam dunia peternakan sapi agar sebisa mungkin mencegah penularan wabah pmk yang semakin luas mulai dari pemerintah, peternak sapi, berbagai perusahaan yang mengolah produk asal sapi serta berbagai elemen lainnya di masyarakat.

Untuk mengetahui cara mencegah wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) menyebar diberbagai daerah lainnya maka setiap elemen masyarakat yang disebutkan diatas harus lebih dahulu paham dan mengerti tentang penyakit mulut dan kuku. Hal-hal yang harus dipahami meliputi penyebab, cara penularan dan berbagai gejala penyakit mulut dan kuku sehingga dapat dilakukan langkah yang tepat untuk mencegah wabah PMK. Untuk itu anda bisa membaca artikel sebelumnya terlebih dahulu yaitu tanda-tanda wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi. 

Salah satu kunci dalam mencegah wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) di peternakan adalah dengan menerapkan biosecurity. Biosekuriti terdiri atas kata bio yang berarti hidup dan sekuriti yang berasal dari kata bahasa inggris security dan berarti kemanan atau perlindungan. Secara sederhana biosekuriti adalah suatu program / kegiatan untuk menjaga kemanan makhluk hidup yaitu dengan cara mencegah penyakit masuk atau keluar dari dan ke suatu area tertentu. 

Kementrian pertanian melalui berbagai media sosialnya telah menyebarkan berbagai pamflet atau poster berkaitan dengan cara mencegah wabah PMK kepada masyarakat. Dikutip dari beberapa akun media sosial Direktorat Jenderal Peternakan dan kesehatan hewan, cara mencegah penyabaran PMK (penyakit mulut dan kuku) adalah dengan menerapkan biosekuriti yang di bagi menjadi biosekuti di peternakan, biosekuriti di perusahaan pembibitan serta pelayanan reproduksi seperti saat melakukan transfer embrio, inseminasi buatan dan pemeriksaan kebunting. Masing-masing cara pencegahan tersebut dijelaskan satu per satu sebagai berikut :

Biosecurity Peternakan 
Berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mencegah wabah PMK (penyakit mulut dan kuku di peternakan antara lain :
    • Karyawan dan tamu yang masuk ke kandang harus melalui ruangan spray desinfektan, mencelup kaki dengan boot pada bak celup kaki yang telah dicampur desinektan serta mencuci tangan di tempat desinfektan kandang. 
    • Karyawan yang masuk ke kandang harus mengganti baju lengkap dengan seragam, sepatu boot dan masker yang telah disiapkan.
    • Tamu yang masuk harus mengganti baju lengkap dengan seragam, sepatu boot dan masker yang telah disiapkan.
    • Kendaraan yang masuk dan keluar peternakan harus didesinfeksi baik melalui penyemprotan maupun bak dipping kendaraan
    • Semua barang yang masuk ke dalam peternakan harus didesinfeksi
    • Desinfeksi kandang dan peralatan secara berkala atau setelah selesai digunakan
    • Desinfeksi berkala lingkungan sekitar kandang
    • Ternak baru yang masuk harus didesinfeksi serta ditempatkan dikandang terpisah (kandang karantina/isolasi). Jangan langsung menggabungkan sapi yang baru datang dengan sapi yang sudah ada di dalam kandang. Amati berbagai perubahan dalam waktu 14 hari. Jika ada kelaianan selama 14 hari pengamatan maka lakukan pemisahan sesegera mungkin serta laporkan kepada petugas kesehatan peternakan dan dinas terkait.

Biosekuriti Perusahaan Pembibitan
Cara mencegah penularan penyakit mulut dan kuku di perusahaan pembibitan dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
    • Karyawan dan tamu wajib masuk ke ruang semprot (spray) desinfektan serta mengganti baju lengkap dengan seragam, sepatu boot dan masker
    • Tamu yang diperbolehkan masuk kedalam pembibitan adalah tamu yang tidak berkunjung ke peternakan lain minimal 1x24 jam
    • Kendaraan dan semua barang yang masuk dan keluar wajib didesinfeksi 
    • Kandang dan peralatan yang digunakan wajib desinfeksi secara berkala atau setelah digunakan
    • Desinfeksi lingkungan sekitar
    • Ternak yang baru masuk ke lokasi harus diisolasi selama 14 hari sebelum digabung dengan yang lainnya serta dilakukan pengamatan terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
Biosekuriti Pelayanan Reproduksi
Program ini dimaksudkan saat melakukan pelayanan reproduksi seperti transfer embrio, inseminasi buatan (kawin suntik) dan pemeriksaan kebuntingan. Cara-cara yang dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku saat pelayanan reproduksi dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut : 
    • Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) dan pelindung sepatu sekali pakai atau sepatu boots yang telah didesinfeksi
    • Pencucian dan desinfeksi setiap kendaraan dan peralatan yang masuk dan keluar daerah pelayanan reproduksi
    • Menggunakan masker saat pelayanan reproduksi baik petugas maupun peternak
    • Peternak dan petugas memastikan ternaknya tidak ada tanda-tanda PMK 
    • Mengganti baju dan mencucinya setelah pelayanan reproduksi
    • Ternak yang akan menerima pelayanan reproduksi harus tampak sehat, bersih dan ditempatkan pada kandang dalam kondisi bersih
    • Petugas yang melakukan pelayanan reproduksi harus mengamati dengan teliti ada tidaknya gejala PMK pada akseptor atau sapi serta melaporkan ke petugas medik atau paramedik dinas peternakan jika terdapat tanda klinis yang mengarah kepada PMK (penyakit mulut dan kuku).


Posting Komentar untuk "Cara Mencegah Wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) "